LBH Manado Gelar Pelatihan Jurnalis Dengan Perspektif Gender dan Ramah HAM

  • Bagikan
Dokumentasi Kegiatan Pelatihan Jurnalis

actadiurna.id – Dalam rangka memperluas perlindungan kelompok rentan di Sulawesi Utara (Sulut), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manado gelar Pelatihan Jurnalis Media Lokal Manado Berperspektif Gender dan Ramah Hak Asasi Manusia (HAM), Jumat (10/03/2023).

Bertempat di Hotel Aryaduta Manado, kegiatan tersebut bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado dan LBH Masyarakat, yang menghadirkan narasumber – narasumber berkompeten yakni, Praktisi YLBHI-LBH Manado, Pascal David Wongkana S.H, Ketua AJI Manado, Fransiskus Talokon, Sekretaris AJI Manado, Isa Anshar Jusuf, dan anggota AJI Manado, Leki Kambey.

Dalam pemaparannya, David menyebutkan bahwa semua kelompok masyarakat rentan dalam mendapatkan tindakan pelanggaran HAM.

“Namun yang paling rentan mendapatkan pelanggaran HAM, yakni orang miskin, buruh, perempuan dalam hal ini kasus kekerasan seksual, gender minoritas (keberagaman seksual gender), masyarakat adat, agama minoritas, anak di bawah umur, dan pembela HAM termasuk LBH dan jurnalis,” kata David.

Pada kesempatan itu, Fransiskus juga menyampaikan agar seluruh jurnalis dapat bersikap independen serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Di sisi lain, Isa Anshar mengatakan bahwa setiap kelompok gender dapat beresiko menjadi korban ataupun pelaku dalam kasus pelecehan dan kekerasan seksual.

“Baik dia heteroseksual, homoseksual, biseksual, dan lain-lain selama ekspresi, perilaku ataupun praktiknya yang tidak aman, tidak bertanggung jawab dan tanpa konsensus, semuanya masuk kategori beresiko,” jelasnya.

Sementara itu, Leki Kambey menjelaskan bahwa baiknya jurnalis itu dapat mengetahui dan mengerti istilah kata dan bahasa kelompok keberagaman seksual gender dalam peliputan.

Ada pun pengacara LBH Manado, Citra Tangkudung menjelaskan kegiatan ini untuk melatih para jurnalis yang ada di Manado dapat memiliki keterampilan teknis dalam pemberitaan yang berperspektif Hak Asasi Manusia.

“Sehingga media diharapkan bisa menjadi pewarta yang menyampaikan kebenaran dan kepentingan advokasi HAM,” tutupnya.

 

Reporter: Mesias Rombon

  • Bagikan