Sukses Tahap Debat Kandidat, Rama – Suha Komitmen Majukan Himapem Bersama

  • Bagikan
Calon Ketua & Wakil Ketua Himapem, Paslon Nomor Urut 1, Jeremia Tambahani - Aurelia Waani

actadiurna.id – Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan (Himapem) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar Debat Kandidat Calon Ketua dan Wakil Ketua Himapem 2022-2023 yang dilaksanakan di Aula Fispol pada Jumat (23/09/2022).

Diketahui, pasangan calon nomor urut 1 Jeremia Rama Tambahani, mahasiswa aktif Ilmu Pemerintahan angkatan 2020 dan Aurelia Suha Maani, mahasiswa aktif Ilmu Politik angkatan 2021 menjabarkan visi-misi pada debat yang dilaksanakan.

Visi dibacakan oleh calon ketua Jeremia Rama Tambahani. Dalam penyampaian visi misi, Jeremia memaparkan visinya untuk mewujudkan Himapem yang relatif, aktif dan inovatif dengan berprinsip digital untuk meningkatkan daya saing.

“Visi, yaitu mewujudkan himpunan mahasiswa yang reaktif, aktif dan inovatif dengan berprinsip digital (disipiln, giat dan total) untuk Ilmu Pemerintahan yang unggul dan berdaya saing,” tekan Jeremia.

Sedangkan misi disampaikan oleh calon wakil ketua, Aurelia Suha Waani. Dalam penyampaian, Suha menyampaikan ada 5 misi untuk mendukung tercapainya tujuan utama mereka, yaitu :

Misi
1. Meningkatkan daya, pikir kritis ilmiah serta pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk implementasi kami kepada Tri Dharma Perguruan tinggi
2. Membangun solidaritas yang tinggi antara mahasiswa
3.Meningkatkan kreativitas dengan menyalurkan minat dan bakat di bagian akademik maupun Non-akademik.
4. Membangun hubungan yang baik dan harmonis dengan lembaga-lembaga yang berada di luar jurusan Ilmu Pemerintahan
5. Menjungjung profesionalitas dan toleransi berasaskan kekeluargaan.

Dalam debat tersebut paslon nomor urut 1 juga menjawab pertanyaan terbuka yang telah diberikan panitia sehari sebelumnya. Dalam pertanyaan terbuka, panitia menanyakan pendapat dari pasangan calon mengenai Demokrasi Pemilu di Indonesia.

“Demokrasi pemilu di Indonesia tercantum tiga point yaitu: (1)Pemilihan Umum;(2)Pemilihan Kepala Daerah dan (3) Pemilihan Kepala Desa. Saya mengutip dari Abraham Lincoln bahwa Demokrasi itu dari rakyat, untuk rakyat dan kepada rakyat. Jadi pemilu yang dilaksanakan di Indonesia itu harus transparan, adil, dan langsung,” tegas Tambahani.

Ia melanjutkan, “yang pertama itu Pemilihan Umum (Pemilu) dimana yang dipilih itu adalah lembaga legislatif dan lembaga eksekutif. Untuk lembaga eksekutif yang dipilih adalah Presiden dan Wakil Presiden sedangkan lembaga legislatif yang dipilih adalah DPR, DPRD Provinsi dan Kabupaten,” ungkapnya.

“Untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dipilih adalah Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan itu akan diutus dari partai politik atau bisa juga independen. Dan untuk Pemilihan Kepala Desa itu diatur dalam undang-undang desa,” tambah pemilik akun Instagram, @rama_tambahani itu.

Selain itu, Suha sebagai calon wakil ketua juga turut memberikan pendapat mengenai Demokrasi Pemilu di Indonesia, bahwa Pemilu di Indonesia di atur dalam tiga aturan yang berbeda-beda dengan tujuan utama untuk kesejahteraan masyarakat.

Suha menjelaskan ada ketiga pemilihan, diantaranya Pemilu, Pilkada dan Pilkades ini adalah untuk menyalurkan apa yang menjadi pilihan mereka, walau memiliki peraturan yang berbeda-beda, namun tujuan utamanya untuk kesejahteraan masyarakat.

“Tentunya dengan pemerintahan dibentuk dengan kecil lebih kecil, maka akan ada fokus yang lebih besar atau lebih efektif pemerintahannya. Ketika ada Pemilihan Kepala daerah atau Kepala Desa, tujuannya adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” tambah Waani.

Adapun saat ditanya panelis, paslon 1 Jeremia-Suha menjawab bagaimana pandangan mereka terkait Good Government.

Calon Ketua Himapem paslon nomor urut 1, Jeremia memaparkan Good Government adalah pelayanan pemerintah kepada masyarakat harus adil dan tentunya harus transparan.

Ia menuturkan pandangannya, “jika kita lihat pelayanan di masyarakat, masih belum cukup puas atau belum baik terhadap pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Contohnya saja pembuatan KTP,” jelasnya.

“Pembuatan KTP sampai saat ini masih banyak mendapat keluhan dari masyarakat dan pelayanan pelayan lainnya juga masih harus ditingkatkan oleh pemerintah,” tambah Jeremia.

Selain itu, Suha juga menambahkan jawaban dari Jeremia terkait Good Government yang menurut mereka, pemerintahan yang baik adalah pemerintah yang memberi dirinya menjadi seorang pelayan untuk menjalankan tugas dengan baik.

“Good itu baik dan Government itu pemerintah. Dimana menurut kami, pemerintah itu adalah pihak yang harus memberikan tugas pelayanan yang baik. Dalam hal ini, kami menyetujui pemerintah yang baik adalah pemerintah yang menjalankan tugas dan tanggung jawab yang baik dengan tidak melihat siapa yang dia layani dan latar belakang apa yang dia punya dan sebagainya,” ungkap calon Wakil Ketua Himapem itu.

Adapun paslon Rama-Suha menjawab pertanyaan yang dilemparkan terkait ketika nanti pasangan nomor urut 1 terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Himapem namun tidak merealisasikan apa yang menjadi visi dan misi calon, apa yang akan dilakukan pasangan calon jika program kerja tidak terealisasikan dengan baik?

Suha Waani menekankan, “kami tidak bisa menjanjikan banyak hal bahwa kepemimpinan kami akan berjalan dengan baik dan akan berjalan sangat bagus. Tapi dengan saya dan partner saya mengajukan diri dalam pemilihan Himapem ini ada komitmen dalam diri kami untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dengan sebaik mungkin,” tutur pemilik akun Instagram @shuha.aurelia itu.

“Dikarenakan visi misi ini, murni disusun kami berdua. Jadi kami bisa menilai apa yang kami susun, kami rasa kami mampu untuk menjalankannya,” tekannya.

Adapun perempuan asal Minahasa Selatan ini menjelaskan, apabila paslon lawan tidak terpilih, maka paslon 1 siap untuk menampung visi-misi mereka untuk sama-sama memajukan Himapem.

“Juga untuk paslon nomor urut 2, jika teman-teman tidak terpilih nanti, visi-misi dari teman-teman akan kami lebur dan bersama, kami siap untuk mencapai tujuan memajukan Himapem,” jawab Suha.

Adapun pertanyaan kedua yang berbunyi : apa strategi dari paslon nomor urut 1 untuk mengajak mahasiswa jurusan ilmu pemerintahan yang apatis?

“Tentunya jika kami dipercayakan nanti, kami akan melakukan kaderisasi untuk teman-teman yang lain. Dan akan ada di tiap-tiap kelas jurusan Ilmu Pemerintahan untuk terserap dan menjangkau teman-teman yang bersikap apatis maupun masalah-masalah yang berada di ruang lingkup Ilmu Pemerintahan,” jawab Jeremia.

Untuk mengakhiri debat paslon 1 memberikan closing statement, bahwa ketika terpilih nanti, mereka sudah berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan baik dan bertanggung jawab dan ketika terpilih mereka juga akan melebur visi-misi maupun program kerja dari paslon nomor urut 2.

Suha Waani membuka closing statement dengan “dengarkan dengan telinga untuk toleransi, melihatlah dengan panah penuh kasih dan berbicaralah dengan bahasa cinta karena jika cinta itu sudah tidak ada apalah arti demokrasi,” ungkapnya.

“Kami berdiri disini dengan penuh komitmen untuk menjadi calon Ketua dan Wakil ketua Himapem karena kami rasa kami mampu untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab kami,” tegasnya.

Ia juga meyakini semua yang hadir, vahwa dilihat dari rekam jejak paslon nomor urut 1, keduanya bisa aktif dalam kemahasiswaan dan tetap tidak lalai dalam hal akademik.

“Hal ini bisa dilihat dari rekam jejak kami tidak pernah lalai menjalankan tugas utama kami dalam aspek-aspek kecil contohnya ditengah kesibukan kami sebagai mahasiswa yang aktif kami tidak lalai dalam akademik,” ucapnya yakin.

Adapun Suha menambahkan, ketika nanti paslon nomor urut 1 terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua Himapem, mereka akan meleburkan apa yang menjadi visi-misi maupun program kerja dari kedua pasangan calon Himapem.

“Karena tujuan utama kami nantinya bukan siapa yang memimpin, bukan siapa yang berkuasa, tapi tujuan utama kami sebagai pilihan teman-teman adalah untuk memajukan jurusan Ilmu Pemerintahan,” tandasnya.

Jeremia juga memberikan closing statement untuk debat hari ini menurutnya dalam hal ini mereka masih memiliki kekurangan tetapi mereka akan menutup kekurangan mereka untuk menjalankan visi misi. Ia juga berharap doa jika terpilih nanti dapat menjalankan tanggung jawab dengan amanah.

“Kami berdua memiliki kekurangan masing-masing, tetapi kami akan saling melengkapi untuk menjalankan visi-misi yang dipaparkan. Dan yang terakhir mohon doanya ketika kami terpilih nanti kami bisa amanah dan dapat menjalankan visi-misi kami,” tutup Jeremia.

Diketahui, tahap selanjutnya dari kedua paslon, yaitu masa tenang pada (24-28/9/2022) dan tahap akhir yaitu pemilihan raya pada (29/9/2022).

Adapun akun Instagram paslon nomor urut 1, yaitu @bara.forhimapem yang saat ini terpantau Acta Diurna sudah memiliki 102 pengikut.

Reporter : Nurfitri Radjiloen

Editor : Louis Lolong

  • Bagikan