Save The Earth, Save The Future

  • Bagikan
Ilustrasi (sumber : vectorstock.com)

Penulis : Ekleysia Werot (Anggota Divisi Reporter Acta Diurna Periode 2021-2022)

Pemanasan global atau global warming saat ini menjadi masalah yang sedang dihadapi oleh bumi. Pemanasan global adalah adanya peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan. Pemanasan global mulai meningkat pada pertengahan abad ke-20 karena meningkatnya produksi gas rumah kaca.

Proses pemanasan global diawali dengan pancaran atau radiasi matahari. Ada beberapa gas di atmosfer bumi yang bertugas menahan panas tersebut. Pada saat pemanasan global terjadi, panas tersebut  kembali ke bumi.

Meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca, membuat adanya pemanasan global yang menyebabkan perubahan-perubahan sistem terhadap ekosistem di bumi seperti perubahan iklim yang ekstrem.

Pemanasan global memberikan dampak yang berbahaya bagi para penghuni bumi misalnya perubahan suhu yang menyebabkan perubahan curah hujan. Ini menghasilkan badai yang lebih parah dan sering hal tersebut menyebabkan banjir dan tanah longsor, air semakin langkah diberbagai wilayah yang menyebabkan kekeringan.

Kita perlu mnegetahui dan memahami apa saja penyebab pemanasan global, berikut adalah penyebab terjadinya pemanasan global yang dilansir dari Liputan6.com (20/02/2022).

Penyebab Terjadinya Pemanasan Global

  1. Efek Rumah Kaca

Penyebab pemanasan global secara umum adalah meningkatnya produksi gas rumah kaca. Semakin banyak gas rumah kaca, maka semakin banyak konsentrsasi ozon (O3) yang bereaksi dengan gas rumah kaca tersebut. Akibatnya konsentrasi O3 di atmosfer berkurang. Adanya lubang O3 mengakibatkan radiasi ultraviolet dari matahari semakin besar intensitasnya memasuki bumi. Akibatnya adalah suhu bumi menjadi naik.

  1. Pennggunaan Bahan Bakar Bensin

Bahan bakar bensin yang digunakan di motor dan mobil, saat digunakan sebagai bahan bakar, akan menimbulkan gas karbondioksida dan akhirnya akan menangkap cahaya panas. Namun sayangnya, cahaya panas ini tidak bisa disalurkan ke luar angkasa. Pada akhirnya cahaya panas ini akan kembali ke bumi.

  1. Penggunaan Listrik yang Boros

Pengaruh buruknya bisa menambah gas karbondioksida ke bumi hingga sebabkan pemansan global. Tak hanya boros pengeluaran ini juga merusak lingkungan.

  1. Polusi Metana

Gas metana berasal dari bahan-bahan organik terutama terkait hasil pemecahan bakteri pertanian, perkebunan dan peternakan. Metana termasuk gas rumah kaca. Di mana ia dapat memerangkap panas di atmosfer. Metana dipancarkan selama kegiatan produksi batu bara, gas alam dan minyak. Sisa makanan yang terbuang dan menjadi sampah akan menghsilkan metana.

  1. Gas Karbon Monoksida

Gas ini berkaitan erat dengan aktivitas manusia terutama dengan penggunaan kendaraan bermotor. Gas karbon manoksida inilah yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor dan sebabkan polusi.

  1. Perilaku Konsumtif

Dilansir dari reusethisbag, produk-produk yang digunakan manusia berkontribusi 60% penghasil gas rumah kaca. Hal itu dikarenakan penggunaan energi untuk memproduksi dan menjaganya untuk tetap bisa digunakan membutuhkan jumlah energi yang sangat banyak. Energi tersebut meliputi penggunaan listrik dan batu bara.

  1. Sampah Plastik

Tumpukan sampah plastik yang tidak terkendali dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Menurut penelitian, plastik mengeluarkan gas metana dan etilena ketika terkena sinar matahari dan berkaibat merusak. Gas metana alami atau buatan dikatakan sebagai penyebab utama perubahan iklim.

  1. Gas Industri

Gas dari industri akan meyebabkan pencemaran udara, terutama karena asap pabriknya yang berlebihan dan tak ditampung dengan benar. Ada gas karbondioksida, karbon monoksida, gas metana dan lain sebagainya.

  1. CFC Tidak Terkontrol

Cloro Four Carbon (CFC) merupakan bahan kimia yang digabungkan menjadi alat rumah tangga. CFC biasanya terdapat pada AC dan kulkas. Penggunaan yang berlebihan dan tak sesuai aturan dapak berdampak buruk bagi lingkungan.

  1. Hutan Menyempit

Hutan yang menyempit akan membuat cuaca semakin buruk. Tanpa hutan tidak ada yang membantu mengubah karbondioksida menjadi oksigen. Hal ini kemudian akan berdampak pada pernapasan yang semakin terganggu atau pencemaran udara.

 

Setelah mengetahui berbagai penyebab terjadinya pemanasan global tersebut, sepatutnya kita menyadari perilaku hidup kita mungkin saja melakukan hal-hal tersebut. Kesadaran akan pentinganya menjaga dan melindungi bumi harus kita tanamkan dalam diri kita. Meskipun berbagai cara untuk mengurangi laju pemanasan global tengah digencar oleh pemerintah maupun PBB, namun jika kita secara pribadi berperan aktif bahkan bila jutaan orang melakukan hal-ha sederhana ini dampak positifnya akan sangat besar bagi kesehatan bumi. Dilansir dari gramedia.com ada beberapa hal-hal yang dapat kita lakukan dalam mengatasi lajunya pemansan global, berikut beberapa diantarnya.

  1. Gunakan Transportasi Umum & Sepeda

Cara Mengatasi Pemanasan Global yang paling pertama adalah batasi penggunaan mobil dan sepeda motor hanya untuk menempuh jarak jauh, untuk jarak dekat kamu bisa memulai kebiasaan berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Hal ini akan membatasi peningkatan karbon dioksida dan karbon monoksida di atmosfer.

  1. Minimalkan Penggunaan Peralatan Yang Mengandung CFC

Karenanya dalam mengatasi suhu ruang yang panas, kita dapat merancang sebuah bangunan yang mempunyai banyak ventilasi udara sehingga tidak perlu memakai pendingin ruang atau AC. Namun seandainya penggunaan AC memang diperlukan pastikan kita memakai AC non CFC yang ramah lingkungan. Begitu juga dengan kulkas, sebaiknya kita memakai kulkas non CFC untuk menghindari efek rumah kaca agar pemanasan global tidak semakin memburuk dan merugikan manusia.

  1. Matikan Perangkat Elektronik Saat Tidak Terpakai

Matikan lampu, kipas, AC, komputer, TV, dan semua alat elektronik saat tidak digunakan. Menggunakan lampu LED adalah cara cerdas untuk meningkatkan efisiensi energi. Beberapa jenis perangkat elektronik, seperti TV dan komputer, memiliki fitur standby (mode siaga). Selain itu jemur pakaian alih-alih menggunakan mesin pengering untuk menghindari membuang bahan bakar fosil untuk konsumsi listrik. Gunakan insulasi di atap untuk mencegah pembuangan panas pada saat musim dingin.

  1. Hemat Air

Jangan mencuci piring dengan air yang mengalir terus menerus. Jangan menggosok gigi, juga dengan kran air yang mengalir, karena air akan banyak terbuang dalam 1 menit terbuang sekitar 10 liter. Mandi menggunakan gayung yang terukur dan seperlunya, daripada pakai kran shower dengan air mengalir atau berendam pada ‘bath-tub’.

  1. Reuse

Gunakan keramik atau gelas cangkir kopi bukan cangkir sekali pakai seperti yang terbuat dari plastik dan Styrofoam. Gunakan kembali kantong plastik dan wadah penyimpan barang lainnya.

Gunakan kain serbet, sapu tangan yang bisa digunakan kembali daripada kertas tissue dan kertas pembersih sekali pakai lainnya.

  1. Reduce

Hemat penggunaan kertas dan tissue karena terbuat dari kayu yang harus ditebang dari pohon di hutan, sedangkan hutan dibutuhkan untuk menetralisir emisi CO2 di udara. Dengan tahapan kegiatan 3R ini yang terdiri dari Reduce, Reuse, dan Recycle dapat membantu pencegahan terjadinya pemanasan global.

  1. Recycle

Gunakan pakaian yang terbuat dari bahan yang ramah lingkungan. Gunakan tas daur ulang untuk menyelamatkan lingkungan, Kemudian: Recycle segalanya: koran, botol dan kaleng, plastik, kulit, kaca dan aluminium serta bahan anorganik lainnya. Bagi yang suka berkreasi manfaatkan sampah non organik untuk didaur ulang menjadi produk kerajinan tangan yang indah.

  1. Menjadi Vegetarian

Menurut sebuah studi terbaru, hal terbaik dan termudah yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi planet adalah dengan menghilangkan daging dan produk susu dari menu makanan.

  1. Menanam Pohon (Reboisasi)

Cara Mengatasi Pemanasan Global yang kesepuluh adalah dengan gerakan menanam pohon. Dengan menanam pohon juga dapat mengurangi resiko terjadinya banjir yang merupakan salah satu dampak dari Global Warming.

Pohon-pohon yang kita tanam di halaman rumah sekecil apa pun halamannya, sudah pasti akan berperan untuk menetralisir CO2 di udara sekaligus menyegarkan dan menyehatkan kita. Jadi jangan ragu untuk mulai menanam pohon dan terus tambah koleksi tanaman di halaman rumah.

  1. Kampanyekan Menjaga Alam dan Lingkungan

Sebarkan pengetahuan tentang perubahan iklim dan didik orang lain. Ajarkan sebanyak mungkin orang untuk menghormati serta turut menjaga alam dan lingkungan. Luangkan waktu untuk memberi informasi atau terlibat dalam kegiatan sosial untuk membantu menyayangi Bumi.

Dengan menumbuhkan kesedaran akan kepedulian terhadap menjaga dan melindungi bumi dengan melakukan hal-hak sederhana tersebut, itu sudah sangat berdampak baik bagi bumi kita karena apa yang akan kita lakukan saat ini akan sangat berdampak bagi masa depan anak dan cucu kita.

  • Bagikan