Kepercayaan Akar dari Manusia, dan Manusia Merusak Kepercayaan

  • Bagikan

actadiurna.id – Alukta merupakan kepercayaan pertama masyarakat Toraja, yang diyakini diterima dari nenek moyang pertama manusia dalam bentuk ketentuan dan aturan hidup yang disebut “Sukaran Aluk”.

Bukan sekadar kepercayaan, Alukta juga mengatur tatanan hidup masyarakat Toraja. Tetapi seiring berjalannya waktu, agama Kristen mulai masuk dan mulai memengaruhi eksistensi Alukta. Namun, masyarakat Toraja tetap mempertahankan Alukta dan terbuka kepada setiap keyakinan.

“Saya rasa, semua agama mengajarkan tentang hidup rukun dengan sesama manusia agar menjaga sikap dalam bertingkah dan bertutur, menjaga alam yang menopang kehidupan kita, dan bersyukur untuk tidak ditimpakan malapetaka,” ujar Ambe’ Randa, salah satu penganut kepercayaan Alukta di Dusun Ke’pe, Kecamatan Simbuang.

Lantas, bagaimana dengan kondisi umat beragama di era modern yang menghadapi berbagai pertikaian dan intoleransi antargolongan? Sehingga membuat nilai persatuan dan kesatuan mulai terasa luntur di antara kita namun di satu sisi, masyarakat Toraja masih mempertahankan aturan yang mengajarkan mereka untuk hidup rukun dan harmonis.

Oleh: Roland Ratunsee

  • Bagikan