Ini Strategi Pemkab Boltim Menghadapi Prospek Keketuaan Indonesian di ASEAN 2023

  • Bagikan
Bupati Boltim saat Diwawancarai di Aula Fispol Unsrat

actadiurna.id -Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) telah mempersiapkan strategi dalam menyambut Prospek Keketuaan Indonesia Di ASEAN tahun 2023.

Ini disampaikan Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si, dalam diskusi publik yang digelar Pusat Studi ASEAN-LPPM Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) di aula Fispol, Rabu (31/8/2022).

“Memang ada strategi khusus yang kita lakukan sudah dari tahun kemarin. Bagaimana kita membangun komunikasi dengan berbagai pihak, terutama juga ketika ada peluang indonesia akan menjadi ketua ASEAN,” ujarnya.

“Itu sebenarnya peluang yang sangat baik, tapi kemudian harus ada penyeimbangan antara kewenangan pemerintah pusat sampai ke daerah. Ini supaya bisa terkoneksi apa yang kita usulkan dan apa yang menjadi kepentingan di ASEAN nanti,” tambah Bupati Boltim.

Menyambut baik keketuaan Indonesia di ASEAN, ia juga menyampaikan harapannya bagi ekonomi Indonesia kedepannya.

“Ini sebenarnya sebuah prestasi bagi Indonesia. Karena ketika kita menjadi ketua ASEAN, segala macam kewenangan yang ada di ASEAN ini, Indonesia menjadi salah satu negara yang memutuskan.

Ia pun menyoroti terkait konflik yang terjadi di beberapa negara, “seperti konflik Myanmar, Tiongkok dan segala macam,” lanjutnya.

“Nah Indonesia harus benar-benar menjadi ketua yang tidak memihak pada satu blok di negara-negara Indonesia. Ini supaya semua hubungan-hubungan baik bisa terlaksana sampai dengan ekonomi kita,” jelas Alumni Fispol Unsrat itu.

Selain itu, Bupati Boltim menilai momentum ini merupakan peluang bagi pemulihan ekonomi Indonesia.

“Sebenarnya kalau kita ekonominya itu, bagaimana kita menggunakan peluang ini untuk bisa melaksanakan kerjasama ekonomi untuk yang pertama pemulihan ekonomi. Khususnya kepada seluruh negara ASEAN,” lugasnya.

“Karena kalau bicara tentang pemulihan ekonomi, seluruh negara ASEAN juga berbondong-bondong melaksanakan itu; Myanmar, China, Singapura lagi melakukan itu, dan itu peluang untuk saling mengimport barang antar negara,” tandas Sachrul.

Ratusan mahasiswa Fispol Unsrat antusias mengikuti diskusi ini. Ini terlihat dari aktifnya mereka memberikan pertanyaan kepada narasumber.

Adapun selain Bupati Boltim, pemateri lain yang turut berkontribusi dalam kegiatan ini terdiri dari Dr. Dino Patti Djalal selaku Foregin Policy Community of Indonesia, dan Franky N. Rengkung, S.IP, M.A selaku Dosen Jurusan Ilmu Politik Fispol Unsrat.

Reporter : Viona Ulaan

  • Bagikan