Helm Mahasiswi Unsrat Dipinjam Tanpa Izin, Soroti Lemahnya Pengawasan Kampus

  • Bagikan

actadiurna.id – Sebuah insiden tak biasa mencoreng citra keamanan di lingkungan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), di mana seorang mahasiswi menjadi korban ‘peminjaman’ helm tanpa izin.

Peristiwa terjadi pada Kamis (17/04/2025) sekitar pukul 12.28 WITA. Saat itu, salah satu mahasiswi memarkir sepeda motornya di area parkir dekat Fakultas Hukum lama. Helm berwarna silver miliknya diletakkan di spion motor sebelum ia bergegas masuk ke kelas.

Beberapa menit kemudian, ketika hendak keluar untuk membeli minuman, mahasiswi tersebut terkejut mendapati helmnya telah hilang. Padahal, ia baru meninggalkan kendaraannya dalam waktu yang singkat.

Upaya pertama yang dilakukan oleh mahasiswi tersebut adalah melaporkan kejadian ini kepada petugas keamanan (Satpam A) yang berjaga di sekitar lokasi. Namun, alih-alih mendapatkan solusi, ia justru mendapati keterangan yang membingungkan.

Satpam A mengatakan bahwa helmnya telah ‘dipinjam’ oleh seorang wanita yang mengaku sebagai dosen dan sedang terburu-buru untuk pulang. Anehnya, peminjaman tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan atau izin darinya.

Kegelisahan mahasiswi semakin meningkat ketika ia kembali ke parkiran sekitar pukul 13.04 WITA dan helmnya masih belum juga dikembalikan. Saat mengonfirmasi kembali kepada Satpam A, ia diberitahu bahwa peminjam helm tersebut belum kembali ke kampus. Meski diminta untuk menghubungi pihak yang meminjam, Satpam A hanya menyampaikan bahwa wanita tersebut sedang dalam perjalanan kembali ke kampus.

Hingga pukul 14.12 WITA, helm tersebut tetap belum dikembalikan.

Titik terang akhirnya muncul ketika mahasiswi bertemu dengan petugas keamanan lainnya, Satpam B, dan menceritakan kronologi kejadian. Satpam B kemudian menghubungi wanita yang meminjam helm tersebut, dan wanita itu memberikan alasan terjebak macet serta memastikan bahwa ia sedang dalam perjalanan kembali ke kampus.

Sekitar pukul 14.24 WITA, wanita yang diperkirakan berusia 40-an tahun itu akhirnya tiba di lokasi dan menyerahkan helm kepada Satpam B untuk dikembalikan kepada pemiliknya. Mahasiswi tersebut mengaku tidak mengenali wanita itu dan tidak melihat ciri-ciri yang menunjukkan bahwa ia seorang staf pengajar. Anehnya, wanita tersebut tampak akrab berbincang dengan kedua petugas keamanan yang bertugas.

Ironisnya, wanita yang meminjam helm tersebut tidak pernah secara langsung menyampaikan permintaan maaf kepada mahasiswi yang dirugikan. Sebaliknya, permintaan maaf justru disampaikan oleh seorang petugas kebersihan di lobi fakultas, yang saat itu mengantarkan wanita tersebut.

Merasa dirugikan oleh kejadian ini, mahasiswi tersebut menyampaikan pesan untuk pihak fakultas.

“Harus ada sistem pengawasan seperti CCTV di area parkir, serta pusat pengaduan kehilangan barang di lingkungan kampus. Selain itu, seluruh staf di fakultas seharusnya tidak sembarangan meminjam barang milik mahasiswa tanpa izin pemiliknya,” tegasnya.

 

Reporter: Irene Lintong

Redaktur: Via Ramadhani, Pauline Sigar

  • Bagikan