Festival Bunkasai hadir di Sulawesi Utara

  • Bagikan

Penulis : Daniel Sandi

Festival Bunkasai adalah festival budaya tahunan yang diadakan oleh sebagian besar sekolah di Jepang. Tahukah kalian? Festival Bunkasai telah hadir di salah satu Universitas di Sulawesi Utara loh. Kehadiran Festival Bunkasai di Sulawesi Utara sudah sejak lama, sehingga menjadi salah satu festival tahunan pula bagi Universitas ini.

Universitas Negeri Manado, menjadikan salah satu festival ini sebagai festival tahunan bagi mereka. Tepatnya, Fakultas Bahasa dan Seni. Secara turun-temurun, Festival Bunkasai menjadi terkenal di kalangan mahasiswa dan siswa di Sulut. Bahkan, Festival Bunkasai Unima sempat dipuji oleh Konsulat Jenderal Jepang, Miyakawa Katsutoshi, pada tahun 2017 silam.

Festival seperti ini, perlu dipertahankan dan bahkan harus dikembangkan, karena dapat menambah wawasan mengenai budaya Jepang, sekaligus menjadi bentuk kerja sama antara Indonesia dan Jepang. Kenapa begitu ?

1.Secara Etika

Festival Bunkasai memperkenalkan kita dengan bahasa, pakaian adat, dan kebiasaan. Kebiasaan di Jepang telah banyak dikenal orang, seperti tata krama dan sopan santun orang-orang Jepang. Ketika memberi salam, mereka menundukkan kepala mereka. Nah, di festival ini, tidak hanya dengan ber-cosplay selayaknya animasi Jepang, melainkan mereka juga menerapkan tata krama orang Jepang dan bahasa mereka.

2.Secara Bahasa

Festival Bunkasai dengan tema Jepang, tentunya tidak lepas dari bahasa yang digunakan. Selain berkostum selayaknya animasi Jepang, mereka juga menggunakan bahasa Jepang untuk momen-momen tertentu. Seperti memberi salam kepada pengunjung dan berterima kasih setelah selesai berfoto bersama. Secara tidak langsung kita belajar mengenai bahasa Jepang yang digunakan. Pada Festival Bunkasai, Fakultas Bahasa dan Seni, Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, menerapkan apa yang mereka dapati semasa belajar dan membaginya lewat festival ini.

3.Secara Pakaian

Selain berpakaian selayaknya animasi Jepang atau sering juga disebut cosplay anime, beberapa cosplayer juga mengenakan “Kimono” yang merupakan pakaian adat Jepang. Dengan adanya Festival Bunkasai, kita diperkenalkan dengan pakaian adat Jepang yang begitu menawan untuk dikenakan Wanita maupun Pria.

4.Lomba

Festival Bunkasai juga menyajikan lomba secara terbuka, yang artinya dapat diikuti oleh siapa saja. Mulai dari anak SMP sampai anak kuliahan dapat mengikuti lomba-lomba yang ada selama Festival Bunkasai berlangsung. Seperti misalnya, menggambar, puisi, cosplay, band, dance, tarian dan masih banyak lagi lomba lainnya. Dengan adanya lomba-lomba ini, kita terbantu untuk dapat melatih dan memamerkan skill atau kompetensi yang ada pada diri kita. Ibaratnya, menjadi wadah penyalur bakat.

5.Kuliner

Selain lomba-lomba, kita juga dapat menemui berbagai kuliner Jepang di Festival Bunkasai. Kuliner-kuliner Jepang yang menarik, menjadi pelengkap suasana Jepang. Sambil menonton lomba-lomba atau berkeliling festival, memang enaknya sambil ngemil. Makanan ringan disediakan di stand-stand terdekat untuk menghilangkan rasa lapar dan haus saat menikmati festival yang sedang berlangsung.

5 hal diatas, menjadi hal-hal yang menarik untuk dicari tahu. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang budaya lain memang tidak kalah seru. Selain menghibur, juga bermanfaat. Dua kata itu pantas diberikan untuk Festival Bunkasai UNIMA.

  • Bagikan