Berhasil Menggelar Diskusi Publik, Ini Tanggapan Ketua Pusat Studi ASEAN-LPPM Unsrat

  • Bagikan
Dr. Michael Mamentu, MA

actadiurna.id – Ketua Studi ASEAN-LPPM Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Dr. Drs. Michael Mamentu, MA, memberikan tanggapan terkait tujuan dilaksanakannya diskusi publik “Prospek Keketuaan Indonesia di ASEAN Tahun 2023 bagi pengembangan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Serta Kemampuan dan Kebutuhan Daerah Perbatasan (Sulawesi Utara) Untuk Menghadapinnya” di aula Fispol, Rabu(31/8/2022).

Mamentu menyampaikan ada dua tujuan dilaksanakannya diskusi publik ini yaitu administratif dan akademik.

“Kalau administratifnya, pusat studi ASEAN itu berkewajiban melakukan kegiatan-kegiatan untuk menginformasikan suara ASEAN itu sendiri Itu wajib tiap tahun,” tuturnya.

Ia pun menambahkan tujuannya terkait akademik dan posisi Indonesia sebagai ketua G20.

“Kedua lebih soal praktis, terkait akademik apa bahwa sebetulnya kan ini soal bahwa tahun depan itu kan, satu, kita sudah posisi indonesia sebagai ketua G20, kedua tahun depan itu kan indonesia menyandang tugas untuk menjadi keketuan di ASEAN,” tambahnya

Ia pun memberikan tanggapan soal Keketuaan Indonesia di forum internasional terutama di ASEAN.

“Persoalannya bukan pada soal performanya indonesia dilevel internasional, di level internasional tidak diragukan lagi bahwa indonesia punya performa yg baik terutama di asean. tetapi persoalanya adalah apakah keketuan ini membrikan dampak kepada pertumbuhan ekonomi atau tidak? kalau tidak sampai kesitu, maka menurut saya ini adalah sesuatu yang useless. knpa? seharusnya ketika indonesia memegang posisi itu, maka konektifitas ekonomi di asean akan membaik dan bermanfaat untuk daerah,” lugasnya.

Ia melanjutkan alasan kenapa isu ini ia angkat
“Ada persoalan sebetulnya kenapa isu ini saya angkat. dari pengamatan-pengamatan atau penelitian sebelumnya, bahwa ada hambatan untuk daerah kita terutama. kenapa sulut sungguh penting? karna sulut itu ada pada posisi yang sangat strategis, baik mdari sisi secara geografinya. baik itu di asean, maupun dlm konektifitas nya dengan negara-negara sesama asean,” paparnya.

Selain itu ia juga menyoroti masalah pertumbuhan ekonomi indonesia yang tertinggal.

“Sementara itu, angka pertumbuhan ekonomi kita keluar itu jauh tertinggal dibanding dan lalu sebetulnya jauh dari posisi secara geografis tidak sestrategis kita. kenapa problemnya? ternyata soal regulasi kewenangan yg dibrikan pusat ke daerah itu masih banyak batasan-batasan sehingga kita sulut termasuk berkembang,” tambahnya.

Mamentu menyampaikan tujuan akhir dari di gelarnya kegiatan diskusi publik ini.

“Tujuan akhirnya dari kegiatan ini sebetulnya saya ingin hasil kegiatan berbagai identifikasi yg sudah kita lakukan kemarin itu bisa sampai kepada para pengambil keputusan,” ujar Mamentu

Ia berharap para kaum muda khususnya mahasiswa dapat menyadari urgensi politik luar negeri Indonesia.

“Harapan untuk mahasiswa muda mudahan punya pemahaman yg luas tentang soal politik luar negri indonesia dan lebih mau blajar lagi dan membuka matanya bahwa indonesia itu bukan hanya sulut,” jelasnya.

Takhanya mahasiswa ia turut memberikan pernyataan harapannya bagi para akademisi

“Harapan juga buat teman teman pengajar dosen bisa lebih banyak menggali informasi suoaya transformasi transfer pengetahuan itu lebih luas,” tutupnya.

Adapun yang menjadi pemateri dalam kegiatan ini terdiri dari Dr. Dino Patti Djalal selaku Foregin Policy Community of Indonesia, Sam Sachrul Mamonto S.Sos,M.SI selaku Bupati Bolaang Mongondow Timur dan Franky N. Rengkung, S.IP, M.A selaku Dosen Jurusan Ilmu Politik Fispol Unsrat.

Reporter: Mesias Rombon

  • Bagikan