actadiurna.id — Mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima) dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Jurusan Psikologi Angkatan 2022, Gabriela Valentine Lombogia, melaksanakan program pengembangan Pojok Baca di Kelurahan Bahu.
Pojok Baca ini dibangun sebagai upaya meningkatkan minat baca dan membangun budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak. Menurut Gabriela, akses terhadap bahan bacaan yang mudah dan menarik sangat penting untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini. Ia menegaskan bahwa langkah ini diharapkan memberikan kontribusi jangka panjang terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
Pojok Baca Kelurahan Bahu dilengkapi dengan rak buku berisi koleksi bacaan dari Perpustakaan Nasional RI. Fasilitas lainnya mencakup alas duduk, dekorasi yang nyaman, serta suasana ruang yang dirancang agar ramah anak. Untuk memperkenalkan fasilitas tersebut, berbagai kegiatan literasi telah dilakukan, seperti membaca nyaring, mendongeng, hingga aktivitas mengulas buku. Masyarakat memberikan respons sangat positif, anak-anak antusias berkunjung dan membaca, sementara para orang tua mendukung penuh kehadiran ruang belajar ini.
Gabriela menekankan bahwa poin utama dari kegiatan ini adalah menyadarkan masyarakat akan pentingnya literasi sejak dini. Baginya, membaca bukan hanya aktivitas belajar, tetapi juga pengalaman seru yang membuka wawasan, membentuk karakter, dan meningkatkan kualitas hidup. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini dengan baik sekaligus turut mendorong anak-anak agar rajin membaca.
Dampak dari hadirnya Pojok Baca mulai terlihat. Tidak hanya terwujudnya fasilitas literasi yang representatif, minat baca anak-anak di Kelurahan Bahu juga menunjukkan peningkatan. Semakin banyak anak yang kembali membaca dan memilih buku-buku baru yang sebelumnya belum pernah mereka eksplorasi.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah bagaimana menjaga keberlanjutan pengelolaan Pojok Baca agar fasilitas tetap layak digunakan dan koleksi buku tetap terawat. Gabriela menjelaskan bahwa kelompok mereka telah berkoordinasi dengan perangkat kelurahan untuk melanjutkan pengelolaan Pojok Baca setelah program KKN selesai. Ke depan, mereka berharap masyarakat mengetahui bahwa mereka memiliki ruang yang nyaman, aman, dan memadai untuk membaca kapan saja.
Gabriela menutup dengan harapan bahwa Pojok Baca ini akan terus menjadi pusat literasi yang hidup di tengah masyarakat.
“Membaca adalah kunci membuka wawasan. Kami ingin masyarakat melihat bahwa Pojok Baca ini adalah ruang belajar bersama yang harus kita rawat,” ujarnya.
Reporter : Heni Nur Jannah
Redaktur : Brooklyn Mumu




