actadiurna.id — Ajang bergengsi Liga Debat Mahasiswa (LDM) Sulawesi Utara (Sulut) 2025 sukses digelar di Hotel Luwansa, Manado, pada Rabu (26/11/2025) hingga Kamis (27/11/2025).
Kegiatan ini diinisiasi melalui kolaborasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsrat dan BEM Universitas Negeri Manado (UNIMA), serta diikuti oleh 25 tim dari berbagai perguruan tinggi di Sulut. LDM mengusung fokus pada penguatan kemampuan berpikir kritis, retorika, dan diskusi publik mengenai isu sosial, politik, dan teknologi.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., turut hadir dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya ajang intelektual tersebut. Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian B. A. Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng., juga hadir bersama jajaran akademisi lainnya.
Pada babak pamungkas, dominasi delegasi Unsrat tak terbendung dengan menempatkan empat timnya di babak final. Tim “Scarlet Witch” keluar sebagai Juara 1, disusul tim “Enji Babe” sebagai runner-up.
Prestasi membanggakan turut ditorehkan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unsrat. Zefanya Tani, mahasiswa Ilmu Komunikasi yang tergabung dalam tim runner-up, tampil gemilang sepanjang kompetisi. Delegasi FISIP lainnya, Jovan Lasabuda dan Tania Mokoginta, juga berhasil meraih gelar Juara Harapan.
Zefanya menilai kompetisi debat masih minim di Sulawesi Utara sehingga LDM menjadi wadah penting bagi mahasiswa.
“Harapan saya, semoga semakin banyak kompetisi debat di Sulawesi Utara. Potensi debater di daerah ini besar, namun wadahnya masih sangat terbatas,” ujarnya.
Kompetisi ini dinilai oleh dewan juri independen yang kompeten, yakni Aldo Salakai, Febian Salettia, dan Jenerio Mokalu. Peserta berasal dari beragam institusi, seperti Unsrat, UNIMA, Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (UNSRIT), Universitas Trinita, Institut Agama Islam Negri (IAIN) Manado, hingga Universitas Terbuka Manado.
Diketahui, seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dengan partisipasi lebih dari 50 mahasiswa. LDM Sulut diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus mendorong lahirnya mahasiswa dengan kemampuan berargumentasi secara logis dan etis.
Oleh: Alexandro Tangkulung
