201–201: Pemira HIMAJU Pemerintahan UNSRAT Berakhir Ricuh di Tengah Hujan

  • Bagikan

actadiurna.id — Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HIMAJU) Ilmu Pemerintahan FISIP UNSRAT pada Jumat (14/11/25) di Pendopo FISIP berlangsung sejak pukul 09.00 WITA. Proses pemungutan suara sempat membingungkan mahasiswa karena data perhitungan belum disampaikan secara jelas pada siang hari.

Situasi memanas ketika penghitungan suara rampung pada petang hari. Hasil akhir menunjukkan skor imbang: 201 suara untuk masing-masing pasangan calon, serta 25 suara tidak sah. Sejumlah mahasiswa menilai hasil tersebut terasa janggal.

“Memang cukup janggal kalau hasil akhirnya seri, apalagi dengan suara tidak sah sebanyak itu. Harusnya dijelaskan secara terbuka,” ujar salah satu mahasiswa Jurusan Pemerintahan.

Ketegangan mulai memuncak sekitar pukul 19.00 WITA ketika hujan deras mengguyur area Pendopo. Perdebatan antar mahasiswa meningkat hingga berujung pada aksi saling dorong dan kontak fisik. Mahasiswa lain yang berada di lokasi berupaya melerai, namun situasi tetap tegang selama beberapa menit.

Informasi dari lapangan menyebutkan bahwa Ketua KPUM hanya hadir pada sesi pembukaan. Proses penghitungan hingga penutupan tidak dihadiri langsung oleh ketua penyelenggara tersebut, yang turut menjadi sorotan mahasiswa.

Meski sempat ricuh, pemira akhirnya ditutup dengan penandatanganan berita acara yang memuat hasil pemungutan suara imbang.

Hingga berita ini diterbitkan, KPUM dan Bawaslu Jurusan belum memberikan keterangan resmi terkait kericuhan maupun langkah lanjutan untuk menyikapi hasil pemilihan yang berakhir seri.

 

Oleh: Kreysita Abast

  • Bagikan