actadiurna.id – Fakultas Peternakan (FAPET) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menghadirkan berbagai produk olahan hasil ternak, serta inovasi teknologi peternakan melalui stan pameran dalam kegiatan Unsrat Expo di Mantos 3, Senin hingga Selasa (02–03/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, tidak hanya menyajikan informasi program studi, FAPET juga menampilkan hasil pengolahan produk pangan berbahan dasar hasil ternak. Pengunjung dapat melihat sejumlah produk, seperti bakso, nugget, dan es krim sebagai contoh pemanfaatan teknologi dalam pengolahan hasil peternakan.
Salah satu mahasiswa FAPET, Christovel Jowangkay, menjelaskan bahwa fakultas tersebut memiliki tiga program studi, yakni Sosial Ekonomi Peternakan, Nutrisi dan Makanan Ternak, serta Teknologi Hasil Ternak. Ketiga program studi tersebut diperkenalkan kepada pengunjung agar ruang lingkup pendidikan peternakan dapat dikenal lebih jauh.
Selain produk olahan, salah satu teknologi yang diperlihatkan adalah mesin tetas telur. Alat ini digunakan untuk membantu proses penetasan telur tanpa memerlukan induk ayam untuk mengeraminya secara langsung. Kehadiran mesin tersebut memperlihatkan salah satu bentuk penerapan teknologi dalam menunjang kegiatan peternakan.
FAPET juga menampilkan spesimen kelelawar pemakan buah yang telah diawetkan. Christovel menjelaskan, kelelawar tersebut termasuk jenis satwa yang populasinya terancam punah. Spesimen ini turut memberikan informasi kepada pengunjung mengenai keanekaragaman satwa serta pentingnya memperhatikan keberadaan spesies yang perlu dilindungi.
Keikutsertaan FAPET dalam Unsrat Expo menjadi sarana pengenalan bidang peternakan kepada masyarakat, khususnya calon mahasiswa, melalui berbagai produk dan teknologi yang ditampilkan secara langsung.
Oleh: Felytha Sibih
