actadiurna.id – Organisasi kampus seharusnya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berdiskusi, membangun solidaritas, dan melatih kepemimpinan. Namun, organisasi kehilangan maknanya ketika hanya dijadikan tempat mengejar jabatan, popularitas, dan kepentingan kelompok.
Mahasiswa tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan dan rapat, tetapi juga harus mampu melahirkan gagasan, mengkritik kebijakan yang tidak adil, serta memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan kampus dan masyarakat.
Organisasi bukan sekadar tempat mencari posisi, melainkan tempat membentuk karakter dan keberanian berpikir. Sebab, keberhasilan organisasi tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan anggotanya, tetapi dari seberapa besar perubahan yang mampu diwujudkannya.
Pada akhirnya, organisasi kampus harus melahirkan mahasiswa yang berintegritas, bukan sekadar aktivis yang pandai berbicara tetapi takut bersikap.
Jangan sampai organisasi yang katanya mendidik pemimpin justru melahirkan orang-orang yang haus kekuasaan.
Oleh: Liemdion Sinombor




