actadiurna.id – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) sukses menggelar kuliah umum bertajuk Diplomasi Indonesia di Tengah Dinamika Global di Aula Lantai 4 Gedung Rektorat Unsrat, Jumat (26/06/2026).
Kuliah umum tersebut menghadirkan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, sebagai narasumber utama. Ia menegaskan bahwa diplomasi tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarnegara, tetapi juga mencerminkan keterbukaan berpikir, kemampuan berkomunikasi, membangun kerja sama, serta menyelesaikan persoalan melalui dialog dan negosiasi.
Menurut Sugiono, setiap negara berupaya menjaga keberlangsungan kehidupan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Karena itu, generasi muda perlu memahami dinamika global agar mampu berkontribusi bagi kepentingan bangsa.
“Semua negara dan masyarakat ingin mempertahankan kehidupannya serta mengejar kehidupan yang lebih baik. Generasi muda sebagai calon penerus kepemimpinan bangsa juga harus memiliki pemahaman tersebut agar mampu menjaga keberlangsungan negara yang kita cintai,” ujar Sugiono.
Ia juga mendorong mahasiswa agar mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Peran mahasiswa dalam menyikapi situasi global yang penuh tantangan adalah bagaimana mereka mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk hal-hal yang bersifat konkret dan nyata,” lanjutnya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng., mengatakan dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan multidimensional, mulai dari persaingan geopolitik, transformasi digital, hingga perubahan iklim. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut diplomasi yang mampu menjaga kepentingan nasional sekaligus memperkuat stabilitas kawasan.
Sompie menilai posisi Unsrat sebagai perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia yang berhadapan langsung dengan Asia Pasifik merupakan peluang strategis untuk memperluas kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, ekonomi, budaya, dan pembangunan berkelanjutan.
Kuliah umum tersebut berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan kuis yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta.
Reporter: Kerenia Paoki
Redaktur: Via Ramadhani




