SPM Faperta Unsrat: Tingkatkan Literasi Pasar Modal di Kalangan Mahasiswa

  • Bagikan

actadiurna.id — Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menggelar kegiatan Sekolah Pasar Modal (SPM) di Gedung PKM Faperta, Kamis (11/09/2025).

Ketua BPM Faperta Unsrat, Jastin Anlo, menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari tawaran kolaborasi pihak BEI setelah melihat eksistensi BPM melalui media sosial.

“Awalnya, BPM hanya memiliki program kerja BPM Mengajar. Namun, pihak BEI melihat aktivitas BPM dan menawarkan kerja sama. Karena kegiatan ini membawa hal positif serta bermanfaat bagi pengetahuan mahasiswa, kami menyambut baik tawaran tersebut,” ungkap Jastin.

Ia menambahkan, melalui SPM ini diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami peran pasar modal.

“Kami ingin mahasiswa pertanian menyadari pentingnya pasar modal di era digital. Harapannya, ilmu yang diperoleh bisa diterapkan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia investasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo PT BEI, Mario Iroth, SE, MM, selaku pemateri, menekankan bahwa SPM bertujuan meningkatkan literasi keuangan, khususnya terkait produk pasar modal.

“Peningkatan literasi ini penting agar mahasiswa mengenal produk jasa keuangan yang legal, memahami karakteristiknya, hingga mampu mengelola keuangan dengan baik. Literasijuga menjadi perlindungan agar mereka tidak mudah terjerat penipuan investasi bodong yang marak di media sosial,” jelas Mario.

Menurutnya, tantangan peningkatan literasi pasar modal di kalangan mahasiswa pertanian terletak pada persoalan akses, bahasa, dan keberlanjutan kegiatan.

“Literasi membutuhkan tindak lanjut melalui pelatihan berikutnya. Karena itu, kerja sama dengan fakultas maupun organisasi mahasiswa sangat penting agar kegiatan seperti ini bisa berkesinambungan,” katanya.

Ia pun berpesan agar mahasiswa aktif mencari informasi pasar modal dari sumber resmi seperti BEI dan OJK, serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk mulai berinvestasi.

 

 

Reporter: Pitriyani Dakhi

Redaktur: Via Ramadhani

  • Bagikan
Exit mobile version