actadiurna.id – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menghadirkan media edukasi talking magazine multisensori bernama SMOKOL untuk edukasi gizi bagi siswa SD Katolik 4 Don Bosco Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).
Tim ini diketuai Deon Nathanael Pasau dari Ilmu Kesehatan Masyarakat, dengan anggota Kinetar Rose Cornelia Soelaiman dan Nathalie Aurelia Tanuli dari Kedokteran Umum, serta Angelica Mailangkay dan Pascalita Marcela Sinedu dari Sistem Informasi. Tim dibimbing dosen Selly Ruth Defianna Br. Sidabalok, S.Kep., Ns., M.P.H.
Deon mengungkapkan, program ini berangkat dari persoalan gizi yang ditemukan timnya saat survei awal terhadap 80 siswa di sekolah tersebut. Sebanyak 38,8 persen siswa berstatus gizi normal, 42,6 persen mengalami kekurangan gizi, dan 18,8 persen mengalami gizi lebih. Selain itu, sebanyak 85 persen siswa belum memahami konsep Isi Piringku.
Ia menjelaskan, timnya merancang SMOKOL dengan mengintegrasikan tradisi sarapan lokal dan narasi berlogat Manado untuk menarik minat generasi muda. Media tersebut dilengkapi fitur barcode audio, materi Isi Piringku berbasis pangan lokal seperti ikan cakalang, tinutuan, sayur gedi, dan ubi jalar, cerita bergambar, serta jurnal interaktif Pahlawan Gizi.
“Melalui SMOKOL, kami ingin menjadikan pengetahuan gizi sebagai langkah awal bagi anak-anak untuk membangun kebiasaan hidup sehat. Kami mengangkat budaya smokol dan makanan lokal agar anak-anak tidak hanya mengenal gizi seimbang, tetapi juga memahami dan memilih makanan sehat yang ada di sekitar mereka,” ujar Deon.
Ia menambahkan, program pendampingan tersebut dilaksanakan selama empat bulan terhadap 15 siswa kelas 5. Menurutnya, evaluasi dilakukan secara berkala melalui pengukuran antropometri serta pre-test dan post-test.
Tim SMOKOL berharap program ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan dalam meningkatkan literasi gizi dan membangun kebiasaan hidup sehat pada siswa. Setelah program berakhir, media SMOKOL akan dikelola oleh Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan perpustakaan sekolah sebagai aset edukasi gizi jangka panjang.
Reporter: Fhina Rantepadang
Redaktur: Via Ramadhani
