actadiurna.id – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) akan menghadirkan Pusat Studi Kepolisian di lingkungan kampus setelah penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Rabu (21/10/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengatakan pusat studi tersebut bertujuan membuka ruang kajian akademis bagi institusi kepolisian.
“Kepolisian ini unsur pilar negara yang sangat penting dan perannya harus bisa berkontribusi membawa negeri ini menjadi lebih baik, sehingga kepolisian harus terbuka untuk kajian-kajian yang sifatnya lebih akademik,” kata Jamaluddin saat dijumpai reporter Acta Diurna, Kamis (22/10/2026).
Ia menambahkan, kritik terhadap kepolisian juga dapat dibahas melalui kajian akademis.
“Misalnya ada kritikan tentang kepolisian, ayo kita kaji di situ, kira-kira peran polisi yang terbaik untuk bangsa yang lebih kuat itu seperti apa,” lanjutnya.
Selain itu, akademisi tersebut mengatakan bahwa anggota Polri nantinya juga dapat mengikuti perkuliahan dan berinteraksi dengan mahasiswa di lingkungan kampus.
“Jadi kepolisian juga kemudian ikut menjadi bagian dari dunia akademik, polisi-polisi nanti ikut juga kuliah. Teman-teman mahasiswa juga bisa kemudian berinteraksi, ada masukan-masukan ayo kita sampaikan,” tuturnya.
Terkait waktu operasional, Jamaluddin berharap pusat studi tersebut dapat segera direalisasikan.
“Mudah-mudahan bulan depan ya, secepatnya,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Humas Unsrat, Max Rembang, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari kebijakan Kapolri untuk menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi.
“Kebijakan Kapolri memang bermitra dengan universitas, pertama untuk kajian-kajian, kedua memberi kesempatan studi S1, S2, atau spesialis bagi kepolisian untuk membantu kinerja sebagai mitra,” terang Max.
Ia menjelaskan, kerja sama antara Polri dan perguruan tinggi juga didasari peran kepolisian sebagai pengayom masyarakat.
“Simbol polisi dan masyarakat menyatu jadi satu kesatuan karena polisi adalah pengayom masyarakat. Itu yang menjadi dasar pijakan kerja sama antara Kepolisian RI dengan seluruh universitas di Indonesia,” pungkasnya.
Reporter: Via Ramadhani
