actadiurna.id – Ketua Tim Seleksi Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Manado 2026, Prof. Ir. Arthur Gehart Pinaria, M.P., Ph.D., memberikan klarifikasi terkait sejumlah pertanyaan peserta mengenai proses seleksi AMN Manado 2026.
Pinaria menjelaskan tahapan seleksi yang telah dilalui peserta, mulai dari administrasi, kesehatan, Tes Potensi Akademik (TPA), hingga wawancara.
“Mereka ikut tes TPA, baru ada dua terakhir, tes TPA mereka dengan nilai wawancara mereka. Dua itu sangat menentukan hasil mereka. Kalau TPAnya bagus tapi wawancaranya jelek, komitmennya itu dia keluar,” ujar Wakil Rektor I Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) tersebut.
Mengenai jumlah penerima, Pinaria menyebut kuota AMN Manado 2026 sebanyak 150 peserta dari hampir 700 pendaftar.
“Sekarang yang cuma diterima 150, yang mendaftar itu hampir 700. 150 itu 40 persen mesti orang Papua laki-laki perempuan. Itu dari Peraturan Presiden,” katanya.
Pinaria juga menanggapi petisi yang dibuat peserta dan masyarakat terkait proses seleksi. Ia mempersilakan pihak yang mempertanyakan hasil seleksi menyampaikan aspirasinya.
“Silakan mereka buat petisi. Siapa mau bikin petisi silakan saja, mau bikin apa silakan, karena kita ada panitianya,” ujarnya.
Pinaria menyebut proses wawancara melibatkan lima pewawancara dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Panitianya yang wawancara itu ada lima dari Kementerian Diktisaintek pewawancara. Kalian boleh tanya, ada lima baru tiga dari BIN. Ada semua dari situ, hasilnya ada di rekap,” katanya.
Pinaria menjelaskan, peserta telah melalui penyaringan sejak tahap administrasi dan kesehatan sebelum mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Menurutnya, terdapat peserta yang gugur pada kedua tahapan tersebut karena tidak memenuhi persyaratan.
Oleh: Acta Diurna
