actadiurna.id – Pemerintah Desa Rainis bersama mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang tengah menjalani Program Karya Bakti Skala Besar di Kecamatan Rainis, Kabupaten Kepulauan Talaud, melakukan pengecatan ulang Tangga Gunung Sara’ati, salah satu ikon bersejarah desa, pada Selasa (4/8/2026) hingga Rabu (5/8/2026).
Tangga tersebut telah ada sejak Desa Rainis berdiri dan dibangun secara gotong royong oleh masyarakat sebagai akses utama pejalan kaki menuju kebun maupun laut. Tangga itu juga menghubungkan pelabuhan dengan kawasan perkantoran desa yang berada di atas perbukitan. Bangunan tersebut memiliki dua sisi, masing-masing terdiri atas 303 anak tangga.
Tangga yang berada di kaki Gunung Sara’ati itu menjadi penghubung kawasan pegunungan dan pesisir. Melalui jalur tersebut, warga menuju kebun maupun pelabuhan untuk melaut. Pelabuhan di ujung tangga ini diberi nama Sawang’guantilla, yang berarti lautan yang teduh, dengan pemandangan indah, sejuk, dan damai.
Berkat keunikan dan nilai sejarahnya, Tangga Gunung Sara’ati meraih juara dalam lomba desa tingkat Kabupaten Kepulauan Talaud pada peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2020.
Kepala Desa Rainis, Oktafien Tumimbang, berharap Tangga Gunung Sara’ati dapat terus dilestarikan dan dirawat sebagai warisan yang memiliki nilai sejarah sekaligus tetap memberi manfaat bagi masyarakat.
“Harapannya bisa dilestarikan, dijaga, dipelihara dengan baik sebagai salah satu bentuk kepedulian, juga salah satu ciri khas dari Desa Rainis yang dapat dipakai masyarakat pengguna jalan kaki pergi berkebun untuk berkebun dan pergi ke laut untuk melaut mencari ikan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Unsrat membantu proses pengecatan tangga sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat Desa Rainis sekaligus upaya menjaga kelestarian salah satu ikon bersejarah desa tersebut.
Reporter: Dimas Palandeng
Redaktur: Heni Nur Jannah
