actadiurna.id – Sejumlah mahasiswa dan kelompok kolektif menggelar konsolidasi menuju 28 Oktober di Lapangan Fakultas Hukum Lama Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Senin (19/10/2026).
Dimas Palandeng dari mahasiswa kolektif mengatakan, konsolidasi tersebut dilatarbelakangi keresahan terhadap berbagai kebijakan di lingkungan kampus dan pemerintah yang dinilai belum berpihak.
“Kami ingin memaknai sumpah pemuda bukan sekadar seremoni, tapi dengan berkumpul dan bersuara bersama,” sebut Dimas.
Ia menjelaskan, konsolidasi tersebut terbuka bagi mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, paguyuban, komunitas, dan masyarakat umum.
“Lewat konsolidasi ini kami menyiapkan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan, seperti Mimbar Bebas yang terdiri dari puisi, monolog, orasi, serta menyampaikan tuntutan kepada pemerintah, kampus, dan pihak yang berkuasa,” tuturnya.
Dimas berharap konsolidasi ini dapat menjadi ruang pertemuan bagi berbagai kelompok dengan latar belakang yang berbeda, sehingga tuntutan yang disampaikan dapat didengarkan dan ditindaklanjuti.
Sementara itu, Trafford Pomantow dari Suakakata berharap kegiatan tersebut dapat berjalan sesuai rencana, termasuk dalam hal perizinan.
Ia juga menyoroti pentingnya pemaknaan Sumpah Pemuda bagi generasi muda Indonesia.
“Saya rasa ini boleh menjadi motto dan kritik bagi kita sebagai pemuda Indonesia untuk lebih menyadari makna daripada Sumpah Pemuda itu sendiri,” ujar Trafford.
Diketahui, konsolidasi tersebut dilakukan untuk mempersiapkan Mimbar Bebas yang akan dilaksanakan pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Reporter: Roland Ratunsee
Redaktur: Yustin Bone
