actadiurna.id — Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) merayakan Dies Natalis ke-61 sebagai rasa syukur atas perjalanan panjang dalam membangun perdaban pendidikan di Auditorium, Jumat (22/08/2025).
Wakil Dekan II FISIP, Dr. Shirley Goni, S.Sos., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas usia FISIP yang kini memasuki tahun ke-61.
“Puji Tuhan, dengan berbagai gejolak, tantangan, rintangan, maupun semangat yang tinggi dari pendahulu-pendahulu kita sampai pada pemimpin kita saat ini, Dr. Ferry Daud M. Liando, kita boleh menapaki FISIP ke-61 tahun. Ini dapat dikatakan sudah lansia, dan kami yakin dengan pencapaian-pencapaian yang ada saat ini FISIP sudah berbuah banyak, sudah memberi berkat bagi civitas Unsrat dan masyarakat,” ujarnya.
Shirley juga menitipkan pesan khusus bagi mahasiswa baru angkatan 2025.
“Harapan kami, mahasiswa baru yang memilih FISIP dapat menjadikan fakultas ini sebagai rumah bersama, tempat berbagi cerita dan cinta. Kami ingin mahasiswa bisa mengembangkan potensi yang ada, menjadi kebanggaan orang tua, serta menjadi berkat yang memuliakan Tuhan Yang Maha Kuasa,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Dekan III FISIP, Dr. Donald Monintja, S.Sos., M.Si., menilai perjalanan 61 tahun fakultas merupakan bukti nyata proses panjang yang penuh dinamika.
“Kita bersyukur boleh berulang tahun ke-61 karena dalam perjalanan ini sudah banyak pemimpin daerah, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun di DPR RI, DPD, dan Departemen Luar Negeri yang lahir dari FISIP. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi fakultas,” ungkapnya.
Perayaan Dies Natalis kali ini turut mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, mahasiswa baru dilibatkan dalam rapat senat terbuka serta doa bersama.
“Hari ini adalah momentum sejarah karena baru kali ini mahasiswa baru diterima secara resmi melalui rapat senat terbuka dan doa bersama. Semoga langkah ini menjadi tonggak sejarah yang akan terus dilanjutkan di kemudian hari,” pungkas Donald.
Perayaan Dies Natalis FISIP ke-61 bukan hanya menjadi momen refleksi, tetapi juga tonggak penting untuk menatap masa depan dengan semangat baru dalam dunia pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Reporter:Kreysita Abast
Redaktur: Anna Siahaan
