actadiurna.id – Puluhan sopir mikrolet memadati kawasan Zero Point Manado untuk memprotes beroperasinya Bus Trans Manado yang mereka anggap menggerus mata pencaharian, pada Senin (01/12/2025).
Dalam beberapa minggu terakhir, layanan Bus Trans Manado disebut membuat jumlah penumpang mikrolet menurun drastis. Para sopir menilai rute bus terlalu berdekatan dengan jalur yang selama ini menjadi sumber pendapatan mereka.
“Kami minta Bus Trans dihentikan karena mengganggu pendapatan kami dan mengganggu mata pencarian kami. Pencarian kami dirampas,” bunyi salah satu spanduk yang terpasang di kaca depan mikrolet berwarna biru, menjadi simbol paling mencolok dari keresahan kolektif itu.
Situasi Zero Point tampak padat. Aparat kepolisian berjaga, mengatur lalu lintas yang sesekali tersendat akibat kerumunan massa. Sopir-sopir itu bergantian melakukan orasi, menyerukan peninjauan ulang kebijakan transportasi. Mereka berharap pemerintah kota tidak hanya sekadar menghadirkan inovasi mobilitas, tetapi juga ruang dialog bagi angkutan kecil yang kini berada di ujung persaingan yang tak seimbang.
Dilansir dari berbagai sumber, banyak sopir mengaku cemas, profesi yang selama puluhan tahun dijalani bisa saja hilang dalam waktu singkat jika tak ada solusi. “Kita tidak menolak perubahan, tapi jangan sampai kami yang sudah lama di jalan justru tersisih,” ungkap salah satu dari mereka.
Aksi ini turut disaksikan warga yang melintas. Ada yang berhenti sejenak, membaca spanduk, ada pula yang hanya melihat dari balik helm. Namun satu hal jelas: suara para sopir hari itu menggema lantang di pusat kota.
Para sopir berharap pemerintah kota segera memberi kejelasan terutama soal penataan rute dan perlindungan bagi angkutan kecil agar modernisasi transportasi tidak menjadi ancaman baru bagi mereka yang menggantungkan hidup di balik setir mikrolet.
Oleh: Rayhan Punusingon
