actadiurna.id – Himpunan Mahasiswa Jurusan (Himaju) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) resmi dipimpin oleh Queentina Komaling. Mahasiswa angkatan 2022 itu terpilih secara aklamasi dalam Sidang Umum yang digelar di Ruangan F4 FEB Unsrat, Rabu (23/07/2025).
Selain menetapkan kepemimpinan baru, Sidang Umum tersebut turut membacakan laporan pertanggungjawaban dari kepengurusan periode 2024–2025, sekaligus menjadi momentum penutup bagi masa bakti Ketua Umum sebelumnya, Christian Pantouw.
Dalam sambutannya, Queentina menegaskan komitmen membawa Himaju Manajemen sebagai wadah inklusif dan adaptif terhadap dinamika zaman.
“Himaju akan menjadi rumah bagi ide-ide kreatif, ruang pembelajaran kepemimpinan, dan pusat kolaborasi strategis yang bermanfaat,” ujar Queen
Dirinya menargetkan penguatan internal organisasi sebagai langkah awal, melalui komunikasi terbuka serta pelatihan kepemimpinan. Di sisi eksternal, Himaju akan hadir lebih dekat dengan masyarakat lewat kegiatan sosial dan pengabdian.
Lebih lanjut, Queentina menekankan pentingnya digitalisasi organisasi. Branding Himaju akan diperkuat lewat media sosial dengan konten yang informatif dan inspiratif, agar dikenal sebagai ruang pengembangan potensi mahasiswa Manajemen.
Sementara itu, Christian Pantouw menyampaikan apresiasi atas dedikasi pengurus sebelumnya dan menyambut kepengurusan baru dengan harapan tinggi terhadap regenerasi organisasi.
“Harapan saya kepada seluruh mahasiswa Jurusan Manajemen adalah mereka dapat terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Himaju Manajemen, karena pastinya ada banyak program dari Himaju untuk mahasiswa dalam rangka berpartisipasi dan berproses bersama-sama dengan rekan-rekan pengurus nanti,” ujarnya.
Christian menambahkan bahwa organisasi merupakan sarana nyata untuk mengasah keterampilan yang dipelajari di kelas.
“Banyak sekali pengalaman serta manfaat dalam berorganisasi. Teorinya sudah kita pelajari dalam kelas mata kuliah, dan pengimplementasiannya itu ada di Himaju Manajemen—sebagai wadah untuk mereka bisa bertumbuh dan berkembang menjadi orang-orang hebat,” tutupnya.
Reporter: Kreysita Abast
Redaktur: Fhina Rantepadang
