Mahasiswa Halmahera Utara di Manado Terus Jaga Identitas Budaya di Tengah Tantangan Perantauan

  • Bagikan

actadiurna.id – Mahasiswa asal Halmahera Utara (Halut) yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Utara (Sulut) terus berupaya mempertahankan identitas budaya dan memperkuat solidaritas kedaerahan melalui wadah Persatuan Mahasiswa Halmahera Utara (PMHU) Sulut.

Sebagai organisasi kedaerahan, PMHU Sulut secara rutin menggelar berbagai kegiatan, seperti pelestarian budaya, diskusi, dan kaderisasi. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana mempererat hubungan antarmahasiswa perantauan, tetapi juga menjadi upaya memperkenalkan serta melestarikan nilai-nilai budaya Hibualamo di kalangan generasi muda.

Meski demikian, mahasiswa Halut di Manado masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tingginya biaya hidup, proses adaptasi dengan lingkungan perkuliahan, hingga persoalan fasilitas tempat tinggal. Sejumlah mahasiswa asal Maluku Utara juga diketahui masih menempati asrama dengan kondisi yang memerlukan perhatian dari pemerintah daerah.

Salah satu mahasiswa Halut di Manado, Varlen Mangeteke, mengatakan keberadaan organisasi daerah sangat membantu mahasiswa baru dalam beradaptasi dengan kehidupan di perantauan.

“Ketika pertama kali datang ke Manado, kami membutuhkan ruang untuk saling mendukung. Organisasi mahasiswa menjadi tempat belajar, berdiskusi, dan menjaga hubungan dengan budaya daerah,” ujarnya.

Menurut Varlen, keberadaan PMHU tidak hanya mempererat rasa kekeluargaan antarmahasiswa, tetapi juga menjadi wadah untuk menumbuhkan kepedulian terhadap daerah asal.

Sementara itu, pengurus PMHU Sulut berharap mahasiswa Halut yang menempuh pendidikan di luar daerah dapat terus menjaga identitas budaya. Selain berfokus pada pendidikan akademik, mahasiswa juga diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan Halut di masa mendatang.

Oleh: Articko Ngangangor

  • Bagikan
Exit mobile version